Saat Bayi Nabi Muhammad SAW Diasuh Oleh

Sebagai umat muslim, kita semua tahu bahwa Nabi Muhammad SAW adalah rasul terakhir yang diutus Allah SWT untuk membawa ajaran Islam kepada umat manusia. Sebagai seorang bayi yang kelak menjadi seorang nabi, tentunya ada banyak hal menarik tentang masa kecil Nabi Muhammad SAW yang patut kita ketahui. Dalam artikel ini, kita akan membahas tentang saat bayi Nabi Muhammad SAW diasuh oleh orang-orang di sekitarnya.

1. Kelahiran Nabi Muhammad SAW

Nabi Muhammad SAW dilahirkan pada tanggal 12 Rabiul Awal, pada tahun 570 Masehi di kota Mekkah. Ayahnya, Abdullah, meninggal dunia sebelum kelahiran Nabi Muhammad SAW dan ibunya, Aminah, meninggal dunia saat beliau masih berusia 6 tahun. Oleh karena itu, Nabi Muhammad SAW dibesarkan oleh keluarga dan orang-orang di sekitarnya.

2. Diasuh oleh Kakeknya

Setelah ibunya meninggal dunia, Nabi Muhammad SAW diasuh oleh kakeknya, Abdul Muthalib. Abdul Muthalib adalah seorang pemimpin terkemuka di Mekkah pada masa itu dan sangat dicintai oleh Nabi Muhammad SAW. Abdul Muthalib wafat saat Nabi Muhammad SAW berusia 8 tahun, dan beliau kemudian diasuh oleh pamannya, Abu Thalib.

3. Diasuh Oleh Bibinya

Setelah kakeknya meninggal dan diambil alih oleh pamannya, Abu Thalib, Nabi Muhammad SAW kemudian diasuh oleh bibinya, Halimah. Halimah adalah seorang perempuan dari suku Sa’d bin Bakr yang tinggal di pedesaan, dan bertanggung jawab atas pengasuhan Nabi Muhammad SAW selama beberapa tahun.

4. Masa Pengasuhan di Pedesaan

Saat Nabi Muhammad SAW diasuh oleh Halimah, beliau tinggal di pedesaan dan menghabiskan sebagian besar waktunya di luar rumah. Halimah mengajarkan Nabi Muhammad SAW banyak hal tentang kehidupan di pedesaan dan memberinya pengalaman yang berharga dalam menghadapi kehidupan yang sederhana dan keras.

5. Kisah Domba yang Ajaib

Salah satu kisah yang terkenal tentang masa pengasuhan Nabi Muhammad SAW oleh Halimah adalah kisah domba yang ajaib. Konon, suatu hari saat Nabi Muhammad SAW sedang menggembalakan domba bersama teman-temannya, mereka menemukan seekor domba yang sangat besar dan bersinar-sinar. Ketika mereka membawa domba tersebut ke rumah, Halimah dan keluarganya sangat terkejut dan merasa bahwa keberadaan domba tersebut adalah pertanda dari keberuntungan yang besar.

6. Kembali ke Mekkah

Setelah beberapa tahun diasuh oleh Halimah, Nabi Muhammad SAW kembali ke Mekkah dan tinggal bersama pamannya, Abu Thalib. Di Mekkah, Nabi Muhammad SAW mengalami masa kecil yang sulit, karena beliau tidak memiliki ayah dan ibu.

7. Pengenalan dengan Khadijah

Di Mekkah, Nabi Muhammad SAW kemudian dikenalkan dengan Khadijah, seorang janda kaya yang beberapa tahun kemudian menjadi istri pertamanya. Khadijah sangat memperhatikan Nabi Muhammad SAW dan memberinya dukungan dalam menjalankan tugasnya sebagai nabi dan rasul.

8. Pengalaman Sebagai Pedagang

Setelah dewasa, Nabi Muhammad SAW bekerja sebagai seorang pedagang dan melakukan perjalanan ke banyak tempat untuk berdagang. Pengalaman ini memberinya kesempatan untuk bertemu banyak orang dan mempelajari banyak hal tentang kehidupan.

9. Perjalanan Ke Damaskus

Pada suatu hari, ketika sedang melakukan perjalanan ke Damaskus, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan seorang rahib Kristen yang kemudian mengakuinya sebagai nabi dan rasul yang dijanjikan dalam kitab suci Kristen. Pengalaman ini memperkuat keyakinan Nabi Muhammad SAW dalam ajaran Islam dan misinya sebagai nabi dan rasul.

10. Perjalanan Isra’ Mi’raj

Pada malam tertentu, Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan Isra’ Mi’raj ke surga dan bertemu dengan Allah SWT. Pengalaman ini memberinya wawasan dan kekuatan dalam menjalankan tugasnya sebagai nabi dan rasul, serta memperkuat keyakinannya dalam ajaran Islam.

11. Persiapan untuk Hijrah

Saat Islam semakin berkembang di Mekkah, Nabi Muhammad SAW dan pengikutnya mengalami banyak tekanan dan penganiayaan dari musuh-musuh Islam. Demi menjaga keselamatan dan keamanan umat Islam, Nabi Muhammad SAW dan pengikutnya memutuskan untuk melakukan hijrah ke kota Yatsrib (Madinah).

12. Hijrah ke Madinah

Pada tanggal 27 Ramadan tahun 622 Masehi, Nabi Muhammad SAW dan pengikutnya meninggalkan Mekkah dan menuju ke Madinah dalam sebuah perjalanan yang dikenal sebagai hijrah. Perjalanan ini menjadi titik balik dalam sejarah Islam dan dijadikan sebagai tahun awal dalam kalender hijriyah.

13. Masa Kedatangan di Madinah

Setelah tiba di Madinah, Nabi Muhammad SAW dan pengikutnya memulai kehidupan baru dan membangun masyarakat Islam yang kuat dan bersatu. Nabi Muhammad SAW memainkan peran penting dalam mempersatukan umat Islam di Madinah dan menetapkan dasar-dasar ajaran Islam yang menjadi landasan bagi masyarakat Islam di masa depan.

14. Peristiwa Perang Badar

Pada tahun 624 Masehi, terjadi peristiwa Perang Badar antara pasukan Muslim dan pasukan kafir Quraisy di luar kota Madinah. Meskipun pasukan Muslim jauh lebih kecil, mereka berhasil memenangkan pertempuran ini dan mengukuhkan posisi Islam di Arabia.

15. Perjalanan Haji

Pada tahun 628 Masehi, Nabi Muhammad SAW dan pengikutnya melakukan perjalanan haji ke Mekkah, yang dikenal sebagai Haji Wada’. Perjalanan ini menjadi salah satu momen penting dalam sejarah Islam dan menunjukkan pentingnya perdamaian dan persatuan di antara umat Islam.

16. Penaklukan Mekkah

Pada tahun 630 Masehi, pasukan Muslim berhasil menaklukan kota Mekkah dan memasukkan seluruh wilayah Arabia ke dalam kekuasaan Islam. Pengambilan alih ini merupakan hasil dari perjuangan dan kerja keras Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya dalam menyebarkan ajaran Islam di seluruh wilayah Arabia.

17. Perjalanan Terakhir ke Mekkah

Pada tahun 632 Masehi, Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan terakhir ke kota Mekkah untuk menunaikan ibadah haji. Selama perjalanan ini, beliau memberikan khutbah terakhirnya yang terkenal, yang membahas tentang pentingnya persatuan dan perdamaian di antara umat manusia.

18. Wafatnya Nabi Muhammad SAW

Pada tanggal 12 Rabiul Awal tahun 632 Masehi, Nabi Muhammad SAW wafat di kota Madinah pada usia 63 tahun. Wafatnya Nabi Muhammad SAW merupakan momen yang sangat menyedihkan bagi seluruh umat Islam, namun ajaran dan pengaruh beliau terus hidup dan mempengaruhi banyak orang di seluruh dunia hingga saat ini.

19. Pengaruh Nabi Muhammad SAW dalam Sejarah Islam

Nabi Muhammad SAW merupakan tokoh yang sangat penting dan berpengaruh dalam sejarah Islam. Beliau merupakan nabi terakhir yang diutus Allah SWT dan membawa ajaran Islam kepada umat manusia. Ajaran Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW telah mempengaruhi kehidupan dan budaya di seluruh dunia, dan masih menjadi sumber inspirasi bagi banyak orang hingga saat ini.

20. Tabel Kronologi Kehidupan Nabi Muhammad SAW

KegiatanTanggal
Kelahiran12 Rabiul Awal, 570 Masehi
Ibu meninggal dunia6 tahun
Kakek meninggal dunia8 tahun
Diasuh oleh bibi di pedesaan8-12 tahun
Tinggal bersama pamannya di Mekkah12-25 tahun
Menikahi Khadijah25 tahun
Pengalaman sebagai pedagang25-40 tahun
Perjalanan Isra’ Mi’raj27 tahun
Hijrah ke Madinah53 tahun
Penaklukan Mekkah58 tahun
Wafat12 Rabiul Awal, 632 Masehi

Conclusion

Kehidupan Nabi Muhammad SAW sebagai seorang bayi dan anak-anak adalah bagian penting dari sejarah Islam. Diasuh oleh kakeknya, bibinya, dan kemudian pamannya, Nabi Muhammad SAW belajar banyak hal tentang kehidupan dan keberadaannya sebagai nabi dan rasul yang diutus Allah SWT. Kehidupan masa kecil Nabi Muhammad SAW memberikan gambaran tentang bagaimana beliau terbentuk sebagai seorang pemimpin yang berpengaruh dan menjadi sumber inspirasi bagi banyak orang di seluruh dunia.

FAQs

1. Apa yang dimaksud dengan Isra’ Mi’raj?

Isra’ Mi’raj adalah perjalanan yang dilakukan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsa di Yerusalem, dan kemudian ke surga. Peristiwa ini terjadi pada malam tertentu dan menjadi momen penting dalam sejarah Islam.

2. Apa yang dimaksud dengan hijrah?

Hijrah adalah perpindahan atau migrasi dari satu tempat ke tempat lain. Dalam konteks Islam, hijrah merujuk pada perpindahan Nabi Muhammad SAW dan pengikutnya dari Mekkah ke Madinah pada tahun 622 Masehi.

3. Apa yang dimaksud dengan Haji?

Haji adalah ibadah yang dilakukan oleh umat Islam setiap tahunnya di kota suci Mekkah. Selama ibadah haji, umat Islam melakukan serangkaian ritual yang meliputi tawaf di Ka’bah, sa’i di antara bukit Shafa dan Marwah, dan wukuf di Arafah.

4. Apa yang dimaksud dengan kalender hijriyah?

Kalender hijriyah adalah kalender yang digunakan oleh umat Islam untuk menentukan tanggal dan waktu dalam perspektif Islam. Kalender hijriyah didasarkan pada pengamatan bulan sabit, dengan satu tahun hijriyah terdiri dari

Leave a Comment