Pendiri Nahdlatul Ulama Yaitu

Nahdlatul Ulama (NU) adalah organisasi Islam terbesar di Indonesia dengan lebih dari 90 juta anggota. NU didirikan pada tahun 1926 oleh seorang tokoh Islam Indonesia yang sangat dihormati, yaitu KH. Hasyim Asy’ari. Artikel ini akan membahas tentang pendiri Nahdlatul Ulama, yaitu KH. Hasyim Asy’ari dan sejarah pendirian NU.

1. Biografi KH. Hasyim Asy’ari

KH. Hasyim Asy’ari dilahirkan pada tahun 1871 di desa Gedangsa, Jombang, Jawa Timur. Ayahnya adalah KH. Asy’ari, seorang ulama terkenal di Jombang. Sejak kecil, KH. Hasyim Asy’ari telah menunjukkan bakat dan minat dalam ilmu agama. Ia belajar di pesantren ayahnya di Jombang dan kemudian pindah ke pesantren lain di daerah Surabaya dan Madura.

Setelah menyelesaikan studinya, KH. Hasyim Asy’ari kembali ke Jombang dan mendirikan pesantren bernama Tebuireng pada tahun 1899. Pesantren tersebut menjadi salah satu pesantren terbesar dan terkenal di Indonesia.

2. Sejarah Pendirian Nahdlatul Ulama

Pada awalnya, KH. Hasyim Asy’ari tidak memiliki niat untuk mendirikan organisasi Islam. Namun, pada tahun 1926, ia merasa perlu untuk membentuk organisasi yang dapat mengayomi umat Islam yang jumlahnya semakin banyak di Indonesia.

Bersama dengan beberapa ulama lainnya, KH. Hasyim Asy’ari membentuk Nahdlatul Ulama pada tanggal 31 Januari 1926 di desa Kalibesar, Jombang. Tujuan dari pendirian NU adalah untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah (persaudaraan Islam) dan mempertahankan aqidah (keyakinan) Ahlussunnah wal Jama’ah di tengah-tengah masyarakat Indonesia yang semakin majemuk.

3. Visi dan Misi Nahdlatul Ulama

Nahdlatul Ulama memiliki visi dan misi untuk memajukan umat Islam Indonesia melalui pengembangan pendidikan, kesejahteraan sosial, dan penguatan nilai-nilai Islam. Visi NU adalah “Menegakkan Islam sebagai Rahmatan lil ‘Alamin” dan misi NU adalah “Membangun masyarakat Islam yang maju, cerdas, sejahtera, dan bertaqwa kepada Allah SWT.”

4. Struktur Organisasi Nahdlatul Ulama

Nahdlatul Ulama memiliki struktur organisasi yang terdiri dari beberapa tingkatan, yaitu pengurus pusat, pengurus wilayah, pengurus cabang, pengurus ranting, dan pengurus desa/kelurahan. Struktur organisasi NU mengikuti prinsip demokrasi dan partisipasi aktif dari seluruh anggotanya.

4.1. Pengurus Pusat Nahdlatul Ulama

Pengurus pusat Nahdlatul Ulama dipimpin oleh seorang ketua umum yang dipilih melalui Musyawarah Besar NU (MUNAS NU) yang diadakan setiap 5 tahun sekali. Saat ini, ketua umum NU adalah KH. Said Aqil Siradj.

4.2. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama

Pengurus wilayah Nahdlatul Ulama dipimpin oleh seorang rois syuriah yang dipilih melalui Musyawarah Wilayah NU (MUSWIL NU) yang diadakan setiap 3 tahun sekali. Saat ini, terdapat 34 wilayah NU di seluruh Indonesia.

4.3. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama

Pengurus cabang Nahdlatul Ulama dipimpin oleh seorang ketua cabang yang dipilih melalui Musyawarah Cabang NU (MUSCAB NU) yang diadakan setiap 2 tahun sekali. Saat ini, terdapat ribuan cabang NU di seluruh Indonesia.

4.4. Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama

Pengurus ranting Nahdlatul Ulama dipimpin oleh seorang ketua ranting yang dipilih melalui Musyawarah Ranting NU (MUSRAN NU) yang diadakan setiap tahun sekali. Saat ini, terdapat puluhan ribu ranting NU di seluruh Indonesia.

4.5. Pengurus Desa/Kelurahan Nahdlatul Ulama

Pengurus desa/kelurahan Nahdlatul Ulama dipimpin oleh seorang ketua desa/kelurahan yang dipilih oleh anggota NU setempat melalui Musyawarah Desa/Kelurahan NU (MUSDES NU). Pengurus desa/kelurahan NU bertanggung jawab untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah dan memperkuat aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah di tingkat lokal.

5. Pendidikan di Pesantren Tebuireng

Pesantren Tebuireng yang didirikan oleh KH. Hasyim Asy’ari telah menjadi salah satu lembaga pendidikan Islam terbesar di Indonesia. Pesantren tersebut memiliki program pendidikan yang lengkap mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi.

Saat ini, Pesantren Tebuireng memiliki beberapa fakultas dan jurusan yang dapat diakses oleh masyarakat Indonesia, seperti Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Fakultas Syariah, Fakultas Tarbiyah, dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam.

6. Pemikiran KH. Hasyim Asy’ari

KH. Hasyim Asy’ari adalah ulama yang memiliki pemikiran yang sangat konsisten dalam memperjuangkan aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah. Ia juga mengajarkan tentang pentingnya menghormati perbedaan pendapat dan menjaga persatuan umat Islam.

Selain itu, KH. Hasyim Asy’ari juga mengajarkan tentang pentingnya pendidikan dan pengembangan ekonomi Islam. Ia memandang bahwa pendidikan dan ekonomi Islam merupakan dua hal yang sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan umat Islam.

7. Tabel Biografi KH. Hasyim Asy’ari

Tanggal Lahir10 April 1871
Tempat LahirGedangsa, Jombang, Jawa Timur
PendidikanPesantren ayahnya di Jombang, Pesantren di Surabaya dan Madura
PekerjaanUlama, pendiri Pesantren Tebuireng, pendiri Nahdlatul Ulama
Wafat25 Juli 1947

8. Pengaruh Nahdlatul Ulama di Indonesia

Nahdlatul Ulama memiliki pengaruh yang sangat besar dalam masyarakat Indonesia, terutama di kalangan umat Islam. NU telah menjadi salah satu kekuatan politik yang signifikan di Indonesia dan memiliki peran yang penting dalam memperkuat persatuan umat Islam.

NU juga aktif dalam memperjuangkan hak-hak kaum minoritas dan memperjuangkan keadilan sosial di Indonesia. Organisasi ini juga terlibat dalam banyak kegiatan sosial seperti memberikan bantuan kepada korban bencana alam dan orang-orang miskin.

9. Keberlanjutan Pengaruh Nahdlatul Ulama

Seiring dengan perkembangan zaman, Nahdlatul Ulama terus mengembangkan diri untuk tetap relevan dan berkontribusi dalam masyarakat Indonesia. NU telah membentuk berbagai lembaga seperti Badan Otonom NU dan Lembaga Pendidikan Tinggi NU untuk memperkuat posisinya dalam berbagai bidang.

10. Kritik terhadap Nahdlatul Ulama

Meskipun memiliki banyak pengaruh dan keberhasilan dalam berbagai bidang, Nahdlatul Ulama juga tidak luput dari kritik. Beberapa kritik yang sering dilontarkan adalah terkait dengan kurangnya transparansi dan akuntabilitas di dalam organisasi, adanya praktik nepotisme dalam pengangkatan pejabat NU, serta kurangnya upaya untuk memerangi intoleransi dan ekstremisme di kalangan anggotanya.

11. Kesimpulan

Pendiri Nahdlatul Ulama adalah KH. Hasyim Asy’ari, seorang ulama terkenal di Indonesia yang juga pendiri pesantren Tebuireng. NU didirikan pada tahun 1926 dengan tujuan untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah dan mempertahankan aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah di tengah-tengah masyarakat Indonesia yang semakin majemuk. Organisasi ini memiliki visi dan misi untuk memajukan umat Islam Indonesia melalui pengembangan pendidikan, kesejahteraan sosial, dan penguatan nilai-nilai Islam.

12. FAQs

12.1. Apa itu Nahdlatul Ulama?

Nahdlatul Ulama adalah organisasi Islam terbesar di Indonesia dengan lebih dari 90 juta anggota.

12.2. Siapa pendiri Nahdlatul Ulama?

Pendiri Nahdlatul Ulama adalah KH. Hasyim Asy’ari, seorang ulama terkenal di Indonesia dan pendiri pesantren Tebuireng.

12.3. Apa tujuan dari pendirian Nahdlatul Ulama?

Tujuan dari pendirian Nahdlatul Ulama adalah untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah dan mempertahankan aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah di tengah-tengah masyarakat Indonesia yang semakin majemuk.

12.4. Apa visi dan misi Nahdlatul Ulama?

Visi NU adalah “Menegakkan Islam sebagai Rahmatan lil ‘Alamin” dan misi NU adalah “Membangun masyarakat Islam yang maju, cerdas, sejahtera, dan bertaqwa kepada Allah SWT.”

12.5. Apa saja kritik yang sering dilontarkan kepada Nahdlatul Ulama?

Beberapa kritik yang sering dilontarkan adalah terkait dengan kurangnya transparansi dan akuntabilitas di dalam organisasi, adanya praktik nepotisme dalam pengangkatan pejabat NU, serta kurangnya upaya untuk memerangi intoleransi dan ekstremisme di kalangan anggotanya.

13. Disclaimer

Artikel ini hanya bertujuan sebagai informasi dan tidak dimaksudkan sebagai penafsiran atau saran hukum. Kami tidak bertanggung jawab atas tindakan yang diambil berdasarkan informasi yang diberikan dalam artikel ini. Silakan konsultasikan dengan ahli hukum atau penasehat yang kompeten untuk masalah hukum atau keuangan Anda.

Leave a Comment