Pembagian Harta Warisan Menurut Islam

Islam sebagai agama yang sempurna telah memberikan petunjuk dalam berbagai aspek termasuk juga pembagian harta warisan. Pembagian harta warisan menurut Islam sangatlah penting karena berhubungan dengan pengaturan harta benda setelah seseorang meninggal dunia. Dalam artikel ini, kami akan membahas secara rinci bagaimana pembagian harta warisan menurut Islam.

Apa itu Warisan?

Warisan adalah harta yang ditinggalkan oleh seseorang setelah meninggal dunia untuk diberikan kepada ahli warisnya. Secara hukum Islam, pembagian warisan harus dilakukan secara adil dan sesuai dengan ketentuan yang ada dalam Al-Quran dan Hadits.

Siapa yang Berhak Menerima Warisan?

Menurut hukum Islam, ada beberapa orang yang berhak menerima warisan yaitu:

1. Ahli Waris Zawil Arham

Ahli waris zawil arham adalah keluarga yang mempunyai hubungan darah langsung dengan si pewaris, seperti anak, suami/istri, orang tua, dan kakek/nenek.

2. Ahli Waris Zawil Furood

Ahli waris zawil furood adalah keluarga yang mempunyai hubungan darah tidak langsung dengan si pewaris, seperti kakak, adik, paman, bibi, dan sepupu.

3. Ahli Waris Zawil Maal

Ahli waris zawil maal adalah orang yang tidak mempunyai hubungan darah langsung maupun tidak langsung dengan si pewaris, seperti suami istri yang bukan ahli waris zawil arham, anak angkat, dan pembantu rumah tangga.

Bagaimana Cara Pembagian Warisan Menurut Islam?

Pembagian warisan menurut Islam dibagi menjadi dua jenis yaitu pembagian warisan bagi laki-laki dan perempuan.

Pembagian Warisan Bagi Laki-laki

Bagi laki-laki, pembagian warisan akan dilakukan sebagai berikut:

1. Anak Laki-laki Mendapatkan Bagian Dua Kali Lebih Besar Dari Anak Perempuan

Anak laki-laki akan mendapatkan bagian dua kali lebih besar dari anak perempuan. Misalnya, jika si pewaris meninggalkan anak laki-laki dan anak perempuan, maka anak laki-laki akan mendapatkan dua bagian sedangkan anak perempuan hanya akan mendapatkan satu bagian.

2. Suami Mendapatkan Bagian Satu Kali Lipat Dari Istri

Jika si pewaris meninggalkan suami dan istri, maka suami akan mendapatkan satu bagian dan istri akan mendapatkan setengah bagian. Misalnya, jika si pewaris meninggalkan suami dan istri, maka suami akan mendapatkan satu bagian sedangkan istri akan mendapatkan setengah bagian.

3. Ayah Mendapatkan Bagian Satu Kali Lipat Dari Ibu

Jika si pewaris meninggalkan ayah dan ibu, maka ayah akan mendapatkan satu bagian dan ibu akan mendapatkan setengah bagian. Misalnya, jika si pewaris meninggalkan ayah dan ibu, maka ayah akan mendapatkan satu bagian sedangkan ibu akan mendapatkan setengah bagian.

4. Saudara Kandung Mendapatkan Bagian Sama Besar

Jika si pewaris meninggalkan saudara kandung laki-laki dan perempuan, maka mereka akan mendapatkan bagian yang sama besar. Misalnya, jika si pewaris meninggalkan satu saudara laki-laki dan satu saudara perempuan, maka keduanya akan mendapatkan setengah bagian.

Pembagian Warisan Bagi Perempuan

Bagi perempuan, pembagian warisan akan dilakukan sebagai berikut:

1. Anak Perempuan Mendapatkan Bagian Sama Besar Dengan Anak Laki-laki

Anak perempuan akan mendapatkan bagian yang sama besar dengan anak laki-laki. Misalnya, jika si pewaris meninggalkan satu anak laki-laki dan satu anak perempuan, maka keduanya akan mendapatkan satu bagian.

2. Suami Mendapatkan Bagian Satu Kali Lipat Dari Istri

Jika si pewaris meninggalkan suami dan istri, maka suami akan mendapatkan satu bagian dan istri akan mendapatkan setengah bagian. Misalnya, jika si pewaris meninggalkan suami dan istri, maka suami akan mendapatkan satu bagian sedangkan istri akan mendapatkan setengah bagian.

3. Ayah Mendapatkan Bagian Satu Kali Lipat Dari Ibu

Jika si pewaris meninggalkan ayah dan ibu, maka ayah akan mendapatkan satu bagian dan ibu akan mendapatkan setengah bagian. Misalnya, jika si pewaris meninggalkan ayah dan ibu, maka ayah akan mendapatkan satu bagian sedangkan ibu akan mendapatkan setengah bagian.

4. Saudara Kandung Mendapatkan Bagian Sama Besar

Jika si pewaris meninggalkan saudara kandung laki-laki dan perempuan, maka mereka akan mendapatkan bagian yang sama besar. Misalnya, jika si pewaris meninggalkan satu saudara laki-laki dan satu saudara perempuan, maka keduanya akan mendapatkan setengah bagian.

Contoh Pembagian Warisan Menurut Islam

Dalam praktiknya, pembagian warisan menurut Islam dapat dilakukan sebagai contoh berikut:

Jenis Ahli WarisBagian Warisan
Anak Laki-laki2 bagian
Anak Perempuan1 bagian
Suami1 bagian
Istrisetengah bagian
Ayah1 bagian
Ibusetengah bagian
Saudara Laki-laki1 bagian
Saudara Perempuan1 bagian

Kesalahan yang Sering Terjadi dalam Pembagian Warisan Menurut Islam

Beberapa kesalahan yang sering terjadi dalam pembagian warisan menurut Islam antara lain:

1. Tidak Memperhitungkan Kewajiban Hutang Piutang

Sebelum membagikan warisan, keluarga harus memperhitungkan kewajiban hutang piutang yang masih ada. Kewajiban hutang piutang harus dipenuhi terlebih dahulu sebelum pembagian warisan dilakukan.

2. Tidak Memperhitungkan Wasiat

Jika si pewaris meninggalkan wasiat, maka wasiat tersebut harus dipenuhi terlebih dahulu sebelum pembagian warisan dilakukan. Wasiat menjadi prioritas utama dalam pembagian warisan.

3. Tidak Memperhitungkan Hukum Waris yang Berlaku di Negara Tempat Tinggal

Jika si pewaris meninggal dunia di negara yang berbeda dengan negara asalnya, maka keluarga harus memperhitungkan hukum waris yang berlaku di negara tempat tinggal si pewaris. Jika berbeda dengan hukum waris Islam, maka hukum waris yang berlaku di negara tersebut harus diikuti.

Kesimpulan

Pembagian harta warisan menurut Islam sangatlah penting dalam mengatur harta benda setelah seseorang meninggal dunia. Pembagian warisan harus dilakukan secara adil dan sesuai dengan ketentuan yang ada dalam Al-Quran dan Hadits. Pembagian warisan bagi laki-laki dan perempuan memiliki perbedaan dalam hal porsi dan bagian yang diterima. Beberapa kesalahan dalam pembagian warisan sering terjadi seperti tidak memperhitungkan kewajiban hutang piutang, tidak memperhitungkan wasiat, dan tidak memperhitungkan hukum waris yang berlaku di negara tempat tinggal.

FAQs

1. Apakah Dalam Pembagian Warisan Harus Mempertimbangkan Agama?

Tidak ada kewajiban untuk mempertimbangkan agama dalam pembagian warisan menurut Islam. Yang penting adalah pembagian dilakukan secara adil dan sesuai dengan ketentuan yang ada dalam Al-Quran dan Hadits.

2. Bagaimana Jika Si Pewaris Tidak Meninggalkan Ahli Waris Zawil Arham?

Jika si pewaris tidak meninggalkan ahli waris zawil arham, maka ahli waris zawil furood akan menjadi ahli waris yang berhak menerima warisan. Jika tidak ada ahli waris zawil furood, maka ahli waris zawil maal akan menjadi ahli waris yang berhak menerima warisan.

3. Apakah Pembagian Warisan Sama di Seluruh Negara Islam?

Tidak seluruh negara Islam memiliki pembagian warisan yang sama. Beberapa negara memiliki hukum waris yang berbeda-beda.

4. Bagaimana Jika Ahli Waris Tidak Setuju Dengan Pembagian Warisan?

Jika ahli waris tidak setuju dengan pembagian warisan, maka dapat diselesaikan melalui jalur hukum Islam. Hal ini dapat dilakukan melalui pengadilan agama.

5. Apakah Seluruh Harta Warisan Harus Dibagi?

Tidak seluruh harta warisan harus dibagi. Ada beberapa harta warisan yang tidak wajib dibagi seperti harta yang telah diwasiatkan, harta yang berasal dari hadiah, dan harta yang diperoleh selama hidup.

Disclaimer

Informasi dalam artikel ini hanya sebagai informasi umum. Kami tidak bertanggung jawab atas kerugian atau konsekuensi yang mungkin terjadi akibat penggunaan informasi ini.

Leave a Comment