Cara Menulis Nama di Daftar Pustaka

Daftar pustaka adalah bagian penting dari sebuah karya tulis ilmiah. Di dalam daftar pustaka, kamu harus mencantumkan semua referensi yang digunakan dalam penelitianmu. Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam daftar pustaka adalah cara menulis nama pengarang. Ada beberapa aturan yang harus diikuti agar nama pengarang yang tercantum di daftar pustaka menjadi benar dan sesuai dengan aturan yang berlaku. Berikut ini adalah cara menulis nama di daftar pustaka yang benar:

1. Menggunakan Format APA

Format APA atau American Psychological Association adalah format penulisan yang paling sering digunakan dalam penulisan ilmiah. Dalam format ini, nama pengarang ditulis dengan format “Nama belakang, inisial nama depan”. Contohnya seperti ini:

Syafrizal, S. I.

2. Menggunakan Format MLA

Format MLA atau Modern Language Association juga sering digunakan dalam penulisan ilmiah. Dalam format ini, nama pengarang ditulis dengan format “Nama depan, nama belakang”. Contohnya seperti ini:

Syafrizal, S. I.

3. Menggunakan Nama Lengkap

Ada juga beberapa aturan yang mengharuskan kamu untuk menuliskan nama pengarang secara lengkap. Jika kamu menuliskan nama pengarang secara lengkap, maka kamu harus mengikuti aturan penulisan seperti contoh di bawah ini:

Syafrizal, Satria Iqbal

4. Menuliskan Nama Pengarang Tanpa Gelar Akademik

Di dalam daftar pustaka, kamu tidak perlu mencantumkan gelar akademik dari pengarang. Kamu hanya perlu menulis nama pengarang saja. Contohnya seperti ini:

Syafrizal, S. I.

5. Menuliskan Nama Pengarang Tanpa Tanda Petik

Di dalam daftar pustaka, kamu tidak perlu menandai nama pengarang dengan tanda petik. Kamu hanya perlu menulis nama pengarang seperti contoh di bawah ini:

Syafrizal, S. I.

6. Menuliskan Nama Pengarang Berdasarkan Urutan Abjad

Di dalam daftar pustaka, nama pengarang harus diurutkan berdasarkan urutan abjad. Jika ada lebih dari satu pengarang, maka urutan pengarang harus mengikuti urutan pengarang di dalam buku atau artikel yang kamu gunakan sebagai referensi.

7. Menuliskan Nama Pengarang dengan Huruf Kapital

Di dalam daftar pustaka, nama pengarang harus ditulis dengan huruf kapital atau huruf besar pada awal kata. Contohnya seperti ini:

Syafrizal, S. I.

8. Menuliskan Nama Pengarang dengan Rapi dan Jelas

Di dalam daftar pustaka, kamu harus menuliskan nama pengarang dengan rapi dan jelas. Pastikan tidak ada kesalahan penulisan pada nama pengarang. Jika kamu ragu dengan nama pengarang, kamu bisa mencari informasi lebih lanjut di internet atau meminta bantuan dari dosen atau ahli di bidang yang kamu teliti.

9. Menuliskan Nama Pengarang dengan Bahasa Asli

Jika kamu menggunakan buku atau artikel yang ditulis dalam bahasa asing, maka kamu harus menuliskan nama pengarang dengan bahasa asli. Jangan menerjemahkan nama pengarang ke dalam bahasa Indonesia jika tidak diperlukan.

10. Menuliskan Nama Pengarang dengan Tepat

Terakhir, pastikan kamu menuliskan nama pengarang dengan tepat. Jangan sampai ada kesalahan penulisan pada nama pengarang, karena hal ini dapat mempengaruhi kualitas karya tulismu dan dapat membuat kamu kehilangan kredibilitas di mata pembaca.

FAQs

1. Apa itu daftar pustaka?

Daftar pustaka adalah bagian dari sebuah karya tulis ilmiah yang berisi referensi atau sumber yang digunakan dalam penelitian. Di dalam daftar pustaka, kamu harus mencantumkan semua referensi yang digunakan dalam penelitianmu.

2. Mengapa penting untuk menulis nama pengarang dengan benar di daftar pustaka?

Menulis nama pengarang dengan benar di daftar pustaka penting karena dapat mempengaruhi kualitas karya tulismu. Jika ada kesalahan penulisan pada nama pengarang, hal ini dapat membuat karyamu kehilangan kredibilitas di mata pembaca.

3. Apa saja format penulisan nama pengarang di daftar pustaka?

Ada dua format penulisan nama pengarang di daftar pustaka, yaitu format APA dan format MLA. Di dalam format APA, nama pengarang ditulis dengan format “Nama belakang, inisial nama depan”. Sedangkan di dalam format MLA, nama pengarang ditulis dengan format “Nama depan, nama belakang”.

4. Apakah nama pengarang harus ditulis dengan tanda petik di daftar pustaka?

Tidak perlu menandai nama pengarang dengan tanda petik di daftar pustaka. Kamu hanya perlu menulis nama pengarang dengan huruf kapital pada awal kata.

5. Apakah perlu mencantumkan gelar akademik pengarang di daftar pustaka?

Tidak perlu mencantumkan gelar akademik dari pengarang di daftar pustaka. Kamu hanya perlu menulis nama pengarang saja.

Leave a Comment