Cara Menulis Daftar Pustaka dari Undang-Undang

Daftar pustaka atau referensi adalah bagian penting dalam sebuah karya tulis ilmiah, seperti skripsi, tesis, maupun disertasi. Daftar pustaka berisi informasi tentang sumber-sumber yang digunakan dalam penulisan karya tulis ilmiah tersebut. Dalam penulisan karya tulis ilmiah, penggunaan undang-undang sebagai referensi seringkali dibutuhkan. Namun, banyak mahasiswa yang masih bingung tentang cara menulis daftar pustaka dari undang-undang. Berikut ini adalah penjelasan lengkap mengenai cara menulis daftar pustaka dari undang-undang.

Apa itu Undang-Undang?

Undang-undang atau biasa disingkat UU adalah produk hukum tertinggi dalam sistem hukum Indonesia. Undang-undang dibuat oleh lembaga legislatif, yakni Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) atau Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dengan persetujuan presiden. Undang-undang memiliki kekuatan mengikat dan wajib dipatuhi oleh seluruh warga negara.

Bagaimana Cara Menulis Daftar Pustaka dari Undang-Undang?

1. Tentukan jenis undang-undang yang akan digunakan

Ada dua jenis undang-undang yang sering digunakan sebagai referensi dalam karya tulis ilmiah, yakni:

a. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 1945) adalah konstitusi negara Indonesia. UUD 1945 berisi tentang hak dan kewajiban warga negara, struktur pemerintahan, dan lembaga-lembaga negara. UUD 1945 biasanya digunakan sebagai referensi dalam karya tulis ilmiah yang membahas tentang hukum atau politik.

b. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan

Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan (UU PP 2011) adalah undang-undang yang mengatur tentang cara pembentukan peraturan perundang-undangan. UU PP 2011 biasanya digunakan sebagai referensi dalam karya tulis ilmiah yang membahas tentang ilmu hukum.

2. Tulis judul undang-undang

Judul undang-undang harus ditulis dengan lengkap, jelas, dan benar. Misalnya, “Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup”.

3. Tulis nomor dan tahun undang-undang

Nomor dan tahun undang-undang harus ditulis dengan benar. Misalnya, “Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009”.

4. Tulis pasal dan ayat yang digunakan

Pasal dan ayat yang digunakan harus disertakan dalam daftar pustaka. Misalnya, “Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 Pasal 10 Ayat (1)”.

5. Tulis singkatan UU atau Undang-Undang

Singkatan UU atau Undang-Undang dapat digunakan dalam daftar pustaka. Misalnya, “UU Nomor 32 Tahun 2009 Pasal 10 Ayat (1)”.

6. Tulis sumber undang-undang yang digunakan

Sumber undang-undang yang digunakan harus dicantumkan dalam daftar pustaka. Sumber undang-undang dapat berupa buku, dokumen resmi, atau situs web resmi.

Contoh Daftar Pustaka dari Undang-Undang

Berikut ini adalah contoh daftar pustaka dari undang-undang:

1. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup

Departemen Lingkungan Hidup. (2009). Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Jakarta: Sekretariat Negara.

2. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945

Sekretariat Negara Republik Indonesia. (1945). Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Jakarta: Sekretariat Negara.

Keuntungan Menggunakan Undang-Undang Sebagai Referensi

Menggunakan undang-undang sebagai referensi dalam karya tulis ilmiah memiliki beberapa keuntungan, antara lain:

1. Mendapatkan sumber yang terpercaya

Undang-undang merupakan produk hukum tertinggi yang disusun oleh lembaga legislatif dan disahkan oleh presiden. Oleh karena itu, undang-undang dapat dijadikan sumber yang terpercaya dalam karya tulis ilmiah.

2. Menunjukkan keahlian dalam bidang hukum

Menggunakan undang-undang sebagai referensi dalam karya tulis ilmiah dapat menunjukkan keahlian dalam bidang hukum. Hal ini dapat meningkatkan kredibilitas penulis.

3. Mendapatkan nilai tambah

Menggunakan undang-undang sebagai referensi dalam karya tulis ilmiah dapat memberikan nilai tambah pada karya tulis tersebut. Hal ini terutama berlaku untuk karya tulis ilmiah yang berkaitan dengan hukum.

FAQs

1. Apa itu undang-undang?

Undang-undang atau biasa disingkat UU adalah produk hukum tertinggi dalam sistem hukum Indonesia. Undang-undang dibuat oleh lembaga legislatif, yakni Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) atau Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dengan persetujuan presiden. Undang-undang memiliki kekuatan mengikat dan wajib dipatuhi oleh seluruh warga negara.

2. Apa saja jenis undang-undang yang sering digunakan sebagai referensi dalam karya tulis ilmiah?

Ada dua jenis undang-undang yang sering digunakan sebagai referensi dalam karya tulis ilmiah, yakni Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan.

3. Apa saja yang harus ditulis dalam daftar pustaka dari undang-undang?

Dalam daftar pustaka dari undang-undang, harus ditulis jenis undang-undang yang digunakan, judul undang-undang, nomor dan tahun undang-undang, pasal dan ayat yang digunakan, singkatan UU atau Undang-Undang, serta sumber undang-undang yang digunakan.

4. Apa keuntungan menggunakan undang-undang sebagai referensi dalam karya tulis ilmiah?

Keuntungan menggunakan undang-undang sebagai referensi dalam karya tulis ilmiah antara lain: mendapatkan sumber yang terpercaya, menunjukkan keahlian dalam bidang hukum, dan mendapatkan nilai tambah pada karya tulis ilmiah.

5. Apa saja sumber undang-undang yang dapat digunakan dalam penulisan karya tulis ilmiah?

Sumber undang-undang yang dapat digunakan dalam penulisan karya tulis ilmiah dapat berupa buku, dokumen resmi, atau situs web resmi.

Leave a Comment